Mudahnya begini, saya punya uang banyak dengan jumlah sekian milyar atau trilyun. Saya juga punya kekuasaan atau jabatan tinggi. Urusan saya dapat uang atau kekuasaan itu ga masalah, baik dikasih (warisan) atau dengan kerja keras. Dengan uang yang banyak itu saya bisa beli apa saja yang saya mau karena saya mampu. Bahkan bisa sekalian pesan kapling di bulan, sebut saja. Nah dengan begitu, ketika saya ada maunya, saya akan gunakan kekuatan tsb (uang dan kekuasaan). Mudah kan? Karena saya mampu. Ketika ada yang ‘tidak mampu’, maka saya akan manfaatkan orang tersebut untuk kepentingan saya, karena orang tersebut pastinya butuh (uang). Saya kasih sekian uang dengan imbalan apa yang saya hendaki harus terpenuhi. Begitulah cara saya dalam memuaskan diri, uang dan kekuasaan. Siapakah saya? Saya adalah.. Anda-Anda sekalian yang menyembah tuhan yang bernama uang dan kekuasaan. Baik itu yang di level atas bahkan di level bawah sekalipun.