Kecelakaan maut akibat kecongkakan dalam menancap gas dalam-dalam subuh ini di dekat Pejaten Village seberang Ace Hardware, sebelumnya 3 buah mobil berlalu di samping kiri mobil gue dgn kecepatan ukuran tol luar kota. Menyaksikannya bagaikan sekuel Need For Speed dgn setting di Jakarta. Siapa nyana akhirnya 1 dari 3 mobil tsb menemui ajal. Sudah terbetik di benak gue kalau akan terjadi sesuatu yang mengerikan. Pelajaran buat yang congkak di jalanan.
Update:
Ceritanya lebih awal, gue baru pulang kerja 3 hari ini lembur. Ya lembur sampe shubuh. Dan lokasinya di IDC Duren Tiga. Setelah keluar dari Duren Tiga, gue berbelok ke kiri menuju Warung Buncit. Tidak lama kemudian hampir sampai lampu merah dekat Total Buah Segar, lampu sudah berwarna hijau artinya gue jalan terus ga perlu berhenti. Di depan kiri gue ada motor, dan tak lama kemudian berlalulah 3 mobil dengan kecepatan tinggi, tidak normal untuk ukuran jalan raya seperti itu. Gila, sempat gue mikir apa gerangan sampai mereka ngebut seperti itu, lantaran jalanan sepi? Motor itu tadi nyaris kesenggol. Kalau kena? Bayangkan, pasti mental berapa meter tuh motor.
Setelahnya, hampir sampai TKP, gue lihat ada bis Kopaja dan Metromini berhenti, gue pikir macet. Pas dilihat lebih dekat, ada mobil ringsek berat, dan ada kerumunan orang-orang, sedang mengangkat seorang gadis berambut panjang. Gue ga bisa lihat pasti karena posisi gue agak jauh. Setelah melihat ke kiri ada mobil sedan merah yang tadi gue lihat ada di belakang 2 mobil lainnya. Rupanya 3 mobil tadi yg ngebut. Astaga!
Gue menyayangkan saja, apalagi memakan korban. Gue jadi ingat kejadian gue dan istri ditabrak mobil taxi, kengerian seperti apanya. Apalagi dengan kecepatan seperti itu. Wallahualam. Gue ikut prihatin. Kejadian ini harus jadi pembelajaran bagi semua! Yang rugi bukan kita sendiri, tetapi orang lain juga! Pikirkan sekali lagi, tolong ingatkan kepada kawan-kawan yang berperilaku seperti itu saat berkendara, ingatkan, tidak bisa ditawar-tawar lagi, perilaku seperti itu diintip oleh kematian. Kalian ga mau mati konyol bukan? Kita doakan bagi yang menjadi korban, apalagi di bulan Ramadhan, semoga.
