Hari pertama bulan puasa tahun ini, yang namanya kriminalitas langsung tancap gas. Kali ini kejadian dialami sama gue beserta istri dan mertua. TKP di Pasar Jumat Ciputat. Gara-gara kejebak macet jalanan ibukota, kami terlambat pulang ke rumah, akhirnya buka puasanya di perjalanan (tol). Sesampainya di Pasar Jumat, kami berbelok ke ruko dekat kampus UMJ/Ahmad Dahlan. Mertua kepingin makan Pecel Nasi Tumpang yang enak di situ. Setelah parkir, eh ternyata pecelnya pun ga tersedia hari itu. Meski begitu kami tetap memutuskan untuk melanjutkan makan di situ. Masih sempat gue balik ke mobil untuk mengambil minuman dingin yang tertinggal. Setelah pada akhirnya pas mau pulang kami baru menyadari bahwa kaca belakang mobil sebelah kiri sudah pecah seribu. Tas milik mertua raib digondol pencuri. Masih beruntung tas laptop milik istri tidak ikut raib. Kejadian ini membuat kami sempat tersentak, karena belum pernah mengalami sebelumnya, hanya mendengar dari radio atau melihat berita di TV perihal kejahatan kota besar. Tukang parkirnya? Mana ada, kerjaannya sekedar saja, bukan benar-benar petugas parkir resmi. Mau bilang apa, lapor polisi rasanya percuma, yang ada mungkin buang waktu dan ongkos. Memang masih beruntung yang hilang tas baju, tapi kalau laptop, iPhone? Puyeng 8 keliling.
Apa pelajarannya yang bisa diambil? Pertama, jangan tinggalkan barang berharga di dalam mobil walaupun untuk keperluan sebentar. Tidak parkir di tempat yang sepi atau jauh dari keramaian (walaupun ternyata di tempat ramai pun tidak jaminan), waspada dan jeli melihat situasi sekitar (sebelum dan sesudah kejadian). Tidak ada jaminan walaupun ini bulan penuh rahmat, yang namanya kejahatan “emang gue pikirin” kapan?
Sejenak gue perhatikan, ada saja kejadian yang tidak nyaman gue dan istri alami tiap (awal) bulan. Istilahnya, ada saja cobaannya, di mana istri sedang mengandung. Mungkinkah ini dibilang cobaan dari Yang Maha Kuasa? Sudahlah kami sedang kesusahan, Tuhan tetap memberi kami cobaan. Tidak sepantasnya pula mahluk ciptaan-Nya yang hina ini menggerutu sang Pencipta, mungkin Tuhan bekerja secara misterius adanya.