J.u.j.u.r

Lho kok berlaku jujur malah dibenci? Jadi, semakin jujur seseorang, semakin dibencilah orang itu. Siapa yang membencinya? Mereka yang pastinya berlawanan dengan kejujuran. Kita dulu memuja muji menjunjung tinggi yang namanya kejujuran. Sekarang kita justru tidak menginginkan itu terjadi, karena akan berdampak sangat besar alias kerugian. Jujur sama dengan cari penyakit, cari mati, cari gara-gara. Daripada jujur mendingan berlaku sebaliknya, mungkin supaya sama-sama selamat, senang dan diuntungkan.

Apa sih sebenarnya definisi jujur itu? Referensinya cukup banyak bertebaran di ranah maya. Kalau kita sudah tidak tahu lagi akan artinya kejujuran, mungkin kita sudah terlalu banyak berbuat tidak jujur. Baik dimulai dari hal yang sangat kecil atau sepele, sampai yang sifatnya besar atau masif. Dampaknya apa sih kalau tidak berbuat jujur? Entahlah, yang jelas cenderung negatif, bukan? Berangkat dari sesuatu yang tidak jujur maka akan menghasilkan sesuatu atau situasi yang justru mencelakakan diri, itu teorinya, tetapi sekarang beda. Kalau kita jujur maka kita akan dimusnahkan, dipinggirkan, dieliminasi, dihinakan, dicemooh, dinistakan, terlepas apa maksud kejujuran yang dilakukan seseorang. Bosen sebenarnya membahas soal satu kata ini. Tapi, kasus carut marut di negeri ini kan berangkat dari pengkhianatan akan kata ini jua? Makin ramai saja kasusnya tapi tidak jua selesai-selesai. Sana menyanggah sini, sini menuduh sana. Mereka semua merasa sudah berterus terang, apa yang diucapkan selaras dengan yang terjadi. 

Jujur itu pahit, memang. Istilahnya seperti obat yang pahit. Dan manusiawi, kita selalu ingin yang manis, walaupun kita tahu manis itu tidak selalunya benar-benar (asli) manis.

Jujur di negeri ini mahal lho, tapi siapa lagi yang tersisa memiliki itu?

Berhubungan:

http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/06/15/130228/Pengungkap-Kecurangan-UN-Jangan-Dikucilkan