Pengalaman hari ini, ada cobaan yang terjadi beruntun. Awalnya ga ada aktifitas yang berat seperti bekerja karena memang gue dan istri sengaja untuk tidak masuk kerja hari ini. Menjelang magrib istri mengalami flek di usia kehamilan berjalan 6 minggu 4 hari. Sempat membuat istri gusar karena berdasarkan referensi yang tersebar di internet cenderung mengatakan sikon yang berbahaya bagi kehamilan. Disegerakan ke dokter untuk diperiksa.
Cobaan kedua adalah macetnya jalan Ampera dimana RS berada. Kemudian antriannya yang panjang 2 jam lebih menunggu. Lalu, dokternya bisa dibilang kurang ‘friendly’ menghadapi kami. Istilah kasarnya, terbilang jutek. Wajar to kami yang berada pada posisi sebagai orang awam untuk bertanya dan tidak banyak tahu perihal kehamilan. Dokter seharusnya menyediakan informasi yang tepat bagi kami karena kapasitasnya sebagai dokter atau orang berkompeten menjelaskannya. Bukan dari info orang lain dari mulut ke mulut yang belum tentu valid. Dokternya justru menunjukkan sikap tidak semestinya ditunjukkan. Apa yang salah? Karena gue dan istri terlihat masih muda? Karena pakaian kami murahan? Kalo boleh bilang, sudahlah dokternya gendut, jelek, jutek pula dokter. Lame! Yang jelas dokter ini tidak gue rekomendasikan lagi untuk didatangi. Perihal nama bisa ditanyakan gue via japri. Bayar mahal-mahal dapetnya sikap dokter yang ga bersahabat. Gue tahu tipikal orang kayak gitu, kalo bukan di rumah sakit atau lagi ada istri sudah gue sentak itu orang. Kita datang baik-baik, kok malah mempertontonkan kepongahannya sebagai yang paling tahu.
Cobaan berikutnya, sebenernya sepele. Mulai dari taxi yang bau (ini satpam RS disuruh cari taxi yang “terkenal” malah dapetnya taxi “ga jelas”). Dan sialnya, rekaman iPhone yang gue pakai tadi error alias gagal pas dicek di rumah.
Lengkap sudah. Gue cuman pasrah sama yang Maha Kuasa. Semoga kami bisa melaluinya. Amin.