Beberapa pertandingan di tengah musim EPL ini performa klub Manchester United ini memang sedang labil-labilnya. Walau masih meraih kemenangan besar saat melawan klub gurem, pembuktian sebagai klub hebat dan kuat masih belum meyakinkan ketika berhadapan dengan klub rival seperti Liverpool, Manchester City, Arsenal. Kekalahan anyar adalah ketika melawan musuh bebuyutan abadi Liverpool di kandang Anfield. Skor tipis dan kalah di menit-menit akhir babak kedua memupuskan harapan Red Devils melaju ke babak berikutnya di FA Cup. Tertinggal terlebih dahulu, kemudian dapat membalas lewat Park Ji Sung, yang pada akhirnya dibalas lagi oleh Dirk Kuyt akibat kesalahan fatal bek sekaligus Kapten tim Patrice Evra. Evra di masa lalu dianggap sebagai bek kiri yang bagus di EPL, tetapi mengalami penurunan performa yang besar dan gue anggap sudah kurang layak lagi dipercayakan karena naik turunnya kemampuan menghalau musuh. Ada baiknya Evra diganti dengan bek baru yang lebih segar dan bermotivasi besar.
Menang di partai sebelumnya FA Cup melawan Manchester City dengan skor tipis 3-2, tidak secara meyakinkan dan ada beberapa faktor keberuntungan. Di Liga Inggris pun tertatih-tatih melawan Arsenal walau menang skor tipis juga, 2-1.
Mampukah dengan kualitas permainan dan taktik seperti ini mempertahankan kejayaan sebagai raja liga Inggris dan merengkuh yang ke-20? Menggemaskan melihat performa akhir-akhir ini, performa pemain yang naik turun, pelatih yang suka melakukan eksperimen dan mungkin sudah terlalu tua untuk mengurus tim hebat ini. Pembenahan lini tengah, lini belakang, adalah urgensi yang luar biasa. Jika gaya permainan labil dipertahankan terus, jangan banyak cingcong soal piala ke-20!