Sebenarnya perkara sepele yang terjadi tadi sore kala gue beli minuman untuk berbuka puasa. Harga yang harus gue bayarkan adalah Rp. 9.000.- dan gue kasih uang Rp. 10.000.-. Si penjaga warung beralasan tidak punya uang kembalian seribu rupiah dan malah meminta gue untuk membeli barang yang seharga seribu rupiah itu. Yang terpikirkan adalah gue ga butuh barang lain untuk dibeli karena kebutuhan gue sudah terpenuhi, kemudian cara penjaga warungnya pun terkesan sekenanya melayani. Sah-sah saja toh kalau gue sedikit mengeluh kalau caranya melayani, tidak ada usaha untuk mencari tukar recehan di toko sebelahnya, atau setidaknya dengan cara yang halus untuk menyatakan tidak ada uang receh. Warung kecil rentan dengan hal seperti ini yang mendorong konsumen untuk terpaksa membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan. Juga pelayanan warung kecil terkadang masih belum baik dalam melayani pembeli dengan cara yang semaunya. Untuk apa memang meributkan seribu rupiah tsb, toh tinggal ambil saja barang yang ada seperti minuman kecil. Mungkin bukan hanya seribu, mungkin 500 perak, mungkin 200 perak. Tapi kalau itu sering terjadi tentunya kan lumayan. Apalagi kasus di toko yang skala besar, kembalian dgn nominal kecil tapi disepelekan justru menguntungkan jika sering dan banyak yang terjadi. Nangkep kan masuk gue, pemirsa? *plak*