Sudah payah-payah diunduh, ternyata arsip filmnya bermasalah pada sinkronisasi audio dan visualnya. Sedikit menganggu bukan? Salah satu solusinya, gunakan player gratis VLC. Untuk menyesuaikan kesamaan antara suara dan gambar, tinggal pencet hurup G pada kibor (Mac). Seperti referensi yang ada pada internet yaitu pencet hurup K pada VLC, ternyata pada VLC untuk Mac berbeda shortcut. Lakukan adjust audio delay sampai dengan 500ms dengan hurup G, untuk menurunkannya dengan huruf F.
Silahkan mencoba.
Beberapa pertandingan di tengah musim EPL ini performa klub Manchester United ini memang sedang labil-labilnya. Walau masih meraih kemenangan besar saat melawan klub gurem, pembuktian sebagai klub hebat dan kuat masih belum meyakinkan ketika berhadapan dengan klub rival seperti Liverpool, Manchester City, Arsenal. Kekalahan anyar adalah ketika melawan musuh bebuyutan abadi Liverpool di kandang Anfield. Skor tipis dan kalah di menit-menit akhir babak kedua memupuskan harapan Red Devils melaju ke babak berikutnya di FA Cup. Tertinggal terlebih dahulu, kemudian dapat membalas lewat Park Ji Sung, yang pada akhirnya dibalas lagi oleh Dirk Kuyt akibat kesalahan fatal bek sekaligus Kapten tim Patrice Evra. Evra di masa lalu dianggap sebagai bek kiri yang bagus di EPL, tetapi mengalami penurunan performa yang besar dan gue anggap sudah kurang layak lagi dipercayakan karena naik turunnya kemampuan menghalau musuh. Ada baiknya Evra diganti dengan bek baru yang lebih segar dan bermotivasi besar.
Menang di partai sebelumnya FA Cup melawan Manchester City dengan skor tipis 3-2, tidak secara meyakinkan dan ada beberapa faktor keberuntungan. Di Liga Inggris pun tertatih-tatih melawan Arsenal walau menang skor tipis juga, 2-1.
Mampukah dengan kualitas permainan dan taktik seperti ini mempertahankan kejayaan sebagai raja liga Inggris dan merengkuh yang ke-20? Menggemaskan melihat performa akhir-akhir ini, performa pemain yang naik turun, pelatih yang suka melakukan eksperimen dan mungkin sudah terlalu tua untuk mengurus tim hebat ini. Pembenahan lini tengah, lini belakang, adalah urgensi yang luar biasa. Jika gaya permainan labil dipertahankan terus, jangan banyak cingcong soal piala ke-20!
Apa yang sudah kita berikan kepada orang tua khususnya ibu kita? Mungkin tidak akan bisa membalas semua kebaikan dan kasih sayang yang diberikan oleh seorang ibu kepada kita sebagai anaknya, perjuangannya dan kecintaannya kepada kita tidak ternilai, semenjak masih di dalam kandungan sampai lahir dan tumbuh besar sekarang.
Hari ini diperingati sebagai hari ibu, tentunya kita tidak hanya terpaku di hari ini saja memberi perhatian khusus kepada ibu. Setiap hari kita “diwajibkan” untuk selalu melakukannya. Dalam bentuk apa pun baik kecil atau besar, luangkan waktu barang semenit sejam atau sehari bersama ibu, baik via telpon atau langsung.
Semoga kasih sayang kita tidak hanya sebatas tulisan yang tumpah di jejaring sosial yang ada.
Alhamdulillah, atas seizin-Nya telah lahir dengan selamat Arkezya Laksmi Malika dengan berat 2,5Kg. Diperlukan operasi sesar untuk keselamatan sang ibu dan anak akibat Pre-Eklamsi Berat (PEB) yang diharuskan oleh dokter untuk dilakukan pengangkatan bayi segera karena sang ibu mengalami keracunan kehamilan. Semua di luar dugaan, karena perkiraan kami sekitar akhir November atau awal Desember kelahirannya, untungnya sudah memasuki usia 37 minggu. Kita yang berharap bisa lahir normal, mau ga mau harus menerima keputusan dokter untuk lahir sesar. Pun rumah sakit yang dimaui (dekat dengan rumah) juga tidak kesampaian.
Setelah diangkat, sang bayi diharuskan masuk ke NICU karena prematur pada paru-parunya. Sementara sang ibu masuk ke HCU untuk perawatan intens menurunkan tensinya yang tidak stabil.
Alhamdulillah, semalam Kezya sudah bisa bertemu dengan ibunya dan langsung diberikan ASI. Senang, melihat momen sang anak terhubung dengan ibunya melalui proses menyusui. Semoga Kezya dan ibu cepat pulih dan sehat-sehat. Amin.
Terima kasih Allah, semoga kami diberi kemudahan, keringanan, dimurahkan rezekinya, Amin YRA.
Terima kasih juga kepada kawan-kawan atas do’anya. Semoga diberi balasan kebaikan oleh-Nya. Amin.
Masih tidak percaya kalau uang di atas segalanya? Untuk sekelas Man Utd membiarkan permainan musuh trengginas di ‘lahan’ belakang adalah sesuatu yang menggelikan, apa yang terlihat adalah pembiaran. Jika ditanya kemampuan sebenarnya, SAF pasti mengganti taktik, formasi, yang paling paten supaya tidak kalah dengan lawan. Nyatanya? Salah satu contoh, di mana pemain MU di dalam menjaga wilayah dekat gawang biasanya/seharusnya ada yang ikut menjaga/membantu kiper? Lihat bahasa tubuh pemain lainnya.
Selamat atas kemenangan besar Manchester City di kandang Manchester United. Selamat atas pundi-pundi yang diterima oleh Manchester United atas kekalahan tersebut.
Eits, gue santai kok, jangan mengira gue kebakaran jenggot atas kekalahan tsb, lagipula gue jarang jenggotan lagi.
Dan ini bukan hanya terjadi di partai MU vs MC saja, tontonlah partai yang lain juga.
:-)
Banyak sekali kasus di negeri ini yang ga jelas juntrung penyelesaiannya. Mengambang, kabur, hilang sama sekali. Salah satu dari kesalahannya adalah dari kita juga sebagai rakyat, sering kali gampang lupa dengan kasus-kasus besar yang terjadi. Belum lagi beres 1 kasus, sudah muncul lagi kasus baru lainnya, mengalahkan kehebohan kasus sebelumnya. Kalau sudah begitu, ruginya kita sendiri. Untungnya bagi mereka yang terlibat. Apakah kita masih ingat kasus-kasus yang banyak menghiasi media massa terdahulu?
Melakukan sesuatu akan menjadi kebiasaan jika dilakukan sering atau terus menerus, baik yang disengaja maupun tanpa disadari. Jika tidak terbiasa artinya belum cukup sering atau belum pernah melakukannya. Suatu kebiasaan tidak akan mudah diubah. Tentunya kebiasaan ada yang baik dan buruk.
Gimana rasanya kalah? Pasti menyesakkan. Masing-masing individu memiliki kualitas sendiri-sendiri di dalam mengendalikan emosi baik di saat menang maupun kalah. Setiap kompetisi ada kalah ada menang, pula terkadang seri. Di saat menang, membuat kita melambung senang. Di saat kalah, membuat kita terjerumus kesal.
Kasus terbaru dari ulah pendukung timnas sepakbola Indonesia, melakukan kerusuhan di stadion kebanggaan nasional akibat tidak bisa menerima kekalahan yang dialami timnas. Petasan dan tindak tidak terpuji lainnya seperti pelemparan botol. Terlepas dari kualitas pemain dan pelatih timnas, kualitas pendukung juga harus dibenahi. Seringkali hanya tuntutan perbaikan kepada pemain dan pelatih, sementara pincang di sisi pendukung yang notabene masih jauh dari sportifitas. Katanya pendukung, yang ada malah mendukung dengan cara yang buruk tanpa pengendalian diri tadi. Kenapa tidak ada, karena sudah terbiasa dengan didikan buruk pula. Memang tidak semuanya pendukung itu berulah, masih ada yang sopan dan jauh dari kekerasan. Tapi imbasnya terkena kesan negatif dari mereka yang berulah. Tak perlu ikut-ikutan negara lain yang memiliki supporter tukang rusuh, karena yang seperti itu tidak perlu dicontoh atau sampai dibanggakan segala. Ingat dampaknya apa akibat kerusuhan dan tindakan merusak lainnya, rugi diri sendiri, rugi yang didukung juga, rugi semuanya (negara).
Pendukung seperti manakah, Anda?





